B 217 AN by Enang2

b-217-an

Judul diatas bukan plat nomor mobil. Apalagi kalo liat fotonya. Mosok naik mobil malah basah2an, pake gulung celana segala? Warga kampung Inta pasti sudah kenal keduanya, tapi biar lebih nyambung cerita ama fotonya, ini kita kasih bocoran dikit.

Yang pake baju warna coklat kuyup itu baru aja nyampe di kantor, sementara mas yang baju putih udah 15 menitan ngendon di kantor. Dua2nya harus melewati rintangan, tantangan, hambatan, bahkan godaan sebelum akhirnya menginjakkan kaki di kantor. “Saya lakukan ini demi tugas dan tanggung jawab,” kata yang berbaju putih. Hatinya pasti seputih bajunya. “Kalo gak datang ke kantor, anak – istri saya bakal gak makan seharian.” (usut punya usut, ternyata mas yang satu ini kalo gak ngantor jatah makan keluarganya diembat semua, makanya anak istri pada gak makan).

“Kalo saya kekantor karena kagum saja.” Kata yang berbaju coklat. “Bagi saya, mesin absen adalah ciptaan manusia yang paling saya kagumi. Saking kagumnya, setiap kali ke kantor, yang pertama kali saya acungi jempol ya mesin absen ini. Luar biasa!! Saking hebatnya, siapapun warga disini yang datang pasti pada ngacungin jempolnya.” Lanjutnya.

Mereka berdua memang (mengaku) warga teladan kampung Inta. Tidak ada alasan apapun yang menghalangi mereka untuk pulang kampung tiap hari. Seperti kata pepatah “Setinggi-tingi bangau terbang, lebih tinggi pesawat terbang.” Yang satu namanya Fadli, yang lain Nanang. Dua-duanya tinggal di bekasi, Fadli di desa Ujung Harapan dan Nanang di Ujung Tanduk. Dua-duanya sama-sama dermawan. Yang satu rajin membersihkan toples kue di lantai 1, yang lainnya punya panti asuhan khusus jablai terlantar. Yang satu orangnya pasaran alias marketing, yang lainnya dikenal sebagai ekstrem komunis, comuniscation maksudnya. Fadli lahir di jalur Pantura dan besar di jalur Gaza. Dia doyan segala jenis ikan laut, seperti kuda laut, singa laut, bahkan anjing laut, bahkan sering minum air laut sampe mabok laut. Kalo udah gitu istrinya pasti bilang “kelaut aje..” Badan boleh segede Ade Rai, tattonya selebar Manggarai, tapi dijamin instingnya soal wanita setajam samurai.

Kalo Nanang ini rada-rada misterius. Yang jelas orangnya tergolong omnivora alias pelahap segala. Mottonya soal makanan adalah “Enak, Banyak, dan Gratis” cita-citanya pengen buka restoran padang khusus chinese food. Kalo ke restoran, makanan yang paling sering dipesannya adalah Fermented soybean with beancurd in bold spicy coconut water mixed with palmsugar and tropical spices (tempe dan tahu bacem). Soal dandan, Nanang doyan yang formal walau warnanya sering tabrak lari. Kalo Fadli, seneng baju yang cashual (alias hemat cash) dan celana can you see (barangkali maksudnya you can see everything if you dare to)

Trus apa hubungannya dengan B 217 AN? Gak tau ya. Tapi lihat, mereka datang dari latar belakang berbeda, selera berbeda, gaya berbeda, tapi mereka ber 2 punya 1 7an: Inta Cakung!!!

Judulnya jadi nyambung khan?

3 Responses to “B 217 AN by Enang2”

  1. Ketua RW02 Dusun Madura Says:

    bagoes… bagoes…
    ayo donk buat artilel lagi

  2. Kampung Jambi Says:

    Sippp…tulisannya menghibur

  3. Tangan Kanan Kepala Administrasi Says:

    Aku suka istilahnya ‘Fermented soybean with beancurd in bold spicy coconut water mix with palmsugar and tropical spices’….gaul banget gituu lohhh…….meskipun artinya tetep aja “Tempe / Tahu Bacem”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: